Selasa, 24 Februari 2015

Someone


Seperti menghitung hari yang sampai kapanpun saya juga tidak mengerti dan mengetahui kapan kabar selanjutnya akan datang. Kamu seseorang yang saya rindukan.

Ada apa dengannya, namun jika aku memikirkan hal yang tidak baik maka akan terjadi hal yang demikian. Makanya aku hanya berusaha mencoba untuk tidak ikut terjerat dalam sesuatu hal, dimana aku sendiri  juga tidak memahaminya dengan baik. Aku selalu berdoa dia disana juga melakukan hal yang baik untuk kita kedepannya.  Aku benar benar  tidak ingin menjadi seperti aku yang 10 tahun yang lalu. Hanya karena keegoisanku yang sesaat aku menghapusnya selamanya dari kehidupanku. Meski hingga saat sekarang ini aku masih memikirkannya. Memikirkan kenapa semua ini dimulai, dari mana ini bermula, mengapa aku melakukan hal tersebut, dan kenapa kemudian aku meninggalkannya.

Aku telah berjanji pada diriku sendiri bahwa jika aku menemui jalan yang serupa meski bukan dengannya maka aku tidak akan melepasnya, aku akan berusaha menjaganya seperti halnya aku menjaga adik-adikku, ayah-ibuku, keluargaku, dan diriku sendiri.  Aku tahu bagaimana rasanya terluka dan kecewa karena sikap yang kita timbulkan sendiri. Aku juga merasa sangat bersalah padanya dahulu yang teramat menyayangiku. Meski sekarang tak mudah bagiku untuk dapat melihat masa itu kembali apalagi kembali pada waktu itu, aku berusaha untuk tidak juga menyakiti diriku lagi dan dia seseorang yang kemudian datang untukku dengan keterbukaan hati. 

Jika saat kau datang aku masih belum mampu membuka diriku sepenuhnya, maka tolong bersabarlah untuk hal itu. Beri aku waktu untuk dapat berdamai dengan masa lalu yang cukup pahit untuk aku ingat. Jika aku bersikap sangat dingin padamu, sebenarnya bukan aku marah terhadapmu hanya saja hati-hati dalam setiap ucapan dan tindakan menjadi satu-satunya langkah yang dapat aku lakukan karena aku takut kau tersakiti. Jika aku tak dapat menunjukkan seperti apa perasaanku, bukan berarti aku tak menyayangimu hanya saja aku tak dapat bersikap seperti yang kebanyakan mereka lakukan. Hal tersebut begitu berat aku lakukan mungkin karena selama 10 tahun belakangan ini aku berusaha untuk menyembuhkan luka dan menenangkan pikiranku dengan hal lain yang dapat menyibukkanku sehingga aku tak mengingat masa itu kembali. 
Kehidupan aku yang mereka (baca:orang lain) lihat nampak begitu sempurna, semua berjalan dengan mulus tanpa ada yang terhambat. Kepada siapapun aku berbicara dengan seseorang selalu mereka mengatakan iri akan kehidupanku, prestasiku, karir dan yang lainnya dariku. Tanpa mereka bertanya kenapa selalu ada senyum disetiap pagi hingga aku terlelap dari diriku, kenapa selalu ada semangat yang kuat dalam diriku, kenapa selalu ada energy yang besar saat denganku? Tidakkah memikirkan bahwa aku juga memiliki hal lain disamping itu?
 Yah seperti itulah aku, mengcover  semuanya dengan sangat sempurna. Dengan segudang masalah luar biasa yang tak pernah mereka pikirkan ada dalam benak, diriku, dan kehidupanku. Termasuk kedua orang tuaku. Aku bahkan tak memiliki kekuatan sedikitpun untuk dapat mengatakan apa yang aku pikirkan, aku rasakan dan ingin aku lakukan. Kesalahan menyakiti seseorang itu benar-benar sangat menyakiti diri kita sepenuhnya. Diriku adalah musuh terbesar bagiku. Ia seperti api besar yang jika aku tak melawannya maka akan membakarku, juga seperti es yang sangat dingin jika aku tak mencairkannya maka aku akan beku, juga seperti teman dan musuh dalam bersamaan. 

Kau tahu? Semuanya terekam baik dalam memoriku, tanpa dapat aku katakan kepada siapapun. Menulis? Yah mungkin dengan menuliskannya seperti ini ada sedikit keringanan  dan kelapangan dalam hatiku. Bukan karena aku tak mempercayaimu untuk aku bagi cerita ini dengamu, hanya saja aku khawatir ini akan memberatkanmu. Maaf ya, tidak terbuka.

Saat ini aku benar-benar merindukanmu, sangat merindukan kamu. Tapi bagaimana mengatakannya? Aku tak memiliki kekuatan sedikitpun untuk hal itu. Yah kembali aku hanya dapat mengatakannya disini, dia tempat yang ia tak dapat berbicara dan tak dapat pula menyampaikannya padamu. Apa mau dikata?. Sayang, apa kabarmu?
Someone
Someone who can’t say what want her say
Just remember about u, who missing u so bad!
Let’s to meeting
Today.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar