Sekeping ceritamu menguak
sekepung masa yang menggerak dalam bahagia. Dibabak kehidupan yang bermula
namun tak tahu kapan akan berakhir, aku ingin sepayung bersamamu, dear my “FH”.
Nampaknya
ini semua bukan tentang siapa aku dan siapa kamu, bukan pula tentang dimana aku
dimana kamu, apalagi tentang kapan
giliranku kapan giliranmu tapi sepenuhnya
tentang rindu. Rindu akan waktu yang
mempertemukan kita, rindu akan kata-kata
yang menguatkan kita, dan rindu akan
ukhuwah yang akan mengikat kita. Jangan
katakan bahwa setelah aku, kamu, lalu dia atau kamu lalu aku kemudian dia.
Aku mohon jangan. Kau tahu? karena semua ini
sepenuhnya tentang tapak kaki yang selalu beriringan untuk berlomba bukan saling mendahului apalagi saling sikut sana
sini.
Kau tahu?
Ada separuh
rasa hampa bersarang padaku. Aku senantiasa berpikir siapakah itu? Dari manakah ia? Kapan
ia akan muncul?. Waktu sepertinya benar benar menjadi musuh setia untuk
perjalanan kita. Namun jika kau pikirkan kembali ini hebat bukan? Karena semua
perasaan membutuhkan kekaguman dan ketakjuban sebagai syarat kemunculan dan
pertumbuhannya dari dasar jiwa.
Kamu ingat? Terkadang aku pikir kita mungkin seperti
sebuah potongan yang hilang karena ditinggalkan masa lalu yang sebelumnya
pernah kita genggam erat dan nanti akan ada sebuah persimpangan jalan yang
tidak sengaja kita di pertemukan.
Ah aku benar-benar
penasaran! Aku teramat banyak memikirkannya
sehingga dadaku terasa akan meledak. Astaghfirullah!.
Sekeping hati ini berisi banyak hal yang ingin aku sampaikan tentangnya, aku tahu aku tak boleh demikian! Maafkan aku ya Allah. Dan aku tahu aku tak boleh selingkuh denganya selain dengan KAU ya ALLAH. Jawaban pertanyaan ku? Aku mohon segera kau Tunjukkan agar aku tak tersesat dalam perjalanan panjang yang gelap ini.
Gelap?
Ah iya, maksudnya mungkin adalah bukankah akan semakin indah jika ia tertutup dari ku, dan akan lebih menarik jika ia tak terlihat, dan akan tetap menjadi misteri untukku hingga sampai waktu tersebut. Mungkin ini yang disebut kerinduan kali yah, karena ia tak terlihat, tak tersingkap, dan tak tersentuh.
Ya ALLAH aku ingin Engkau tahu bahwa aku sangat mencintaiMu melebihi apapun yang disinari oleh matahariMu, sayang ingin Engkau tahu bahwa cinta ku ini membuat ku ingin terus memperbaiki diri agar Engkau tahu bahwa semua yang aku lakukan adalah untuk memperoleh cintaMu karena aku tahu bahwa cintaku tidak akan bertepuk sebelah tangan atas cinta ini…
Dear my "FH", Aku sangat merindukkan berjumpa denganmu namun maaf jika aku sangat sangat sangat pula mrindukan-Nya dan aku lebih mencintai-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar